28 Nov 2010

(Deutsch) Kimia adalah Jalan Syukurku atas Nikmat-Nya

Author: ASEP SARIFUDIN | Filed under: Tulisan

          Nama saya Asep Sarifudin seorang mahasiswa IPB tingkat dua kelahiran Cirebon tanggal 07 Agustus 1991. Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Saya terlahir di keluarga sederhana. Ayah saya bekerja sebagai buruh rotan dan ibu saya bekerja sebagai pedagang keliling. Namun, saya sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti mereka karena mereka berdua begitu menyayangi dan mencintaiku. Sebagai anak pertama, kelak saya akan menjadi tulang punggung keluarga. Oleh karena itu, saya akan terus berusaha untuk memperbaiki diri agar kelak saya dapat menjadi seorang anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan seorang kakak yang baik bagi adik-adik saya serta menjadi seseorang yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.  

            Pada awalnya saya ingin menjadi seorang guru karena di daerah saya banyak anak yang putus sekolah dan terpaksa bekerja untuk membantu orang tuanya. Saya ingin mendirikan sebuah balai pembelajaran gratis yang mengajari mereka ilmu pengetahuan dan keterampilan yang tidak bisa mereka dapatkan melalui pendidikan formal, khususnya pendidikan tingkat menengah yang semakin mahal. Akan tetapi, saat saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti SNMPTN melalui jalur BMU yang memberikan beasiswa untuk pembayaran uang registrasi pertama masuk universitas, saya berpikir ulang untuk memilih jurusan. Saya mempertimbangkan hal lain, yaitu mayoritas warga di desa saya bermata pencaharian sebagai petani. Timbul juga keinginan untuk mengembangkan pertanian di kampung halamanku itu. Akhirnya, saya memutuskan untuk memilih jurusan kimia IPB dengan harapan dapat menguasai ilmu murni dalam hal ini kimia yang nantinya dapat saya ajarkan kepada anak-anak di desaku dan juga mampu menguasai ilmu di bidang pertanian sehingga dapat membantu para petani sekitar. Saya ingin hidupku yang hanya sekali ini dapat memberikan manfaat bagi orang lain walaupun dengan segala kekurangan yang saya miliki. Itulah sikap yang selalu diajarkan oleh ibuku. Ilmu akan menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Kepimpinan melibatkan didikan, panduan, contoh dan suri teladan. Tentang bagaimana ilmu itu dapat dan patut diamalkan. Tentang siapa yang patut dicontohi dalam mengamalkan ilmu. Tanpa ada pimpinan dari seorang pemimpin sebagai contoh atau model, sukar ilmu dapat difahami lebih-lebih lagi untuk diamalkan dan dihayati. 

 

Referensi Tulisan Ini : 

 

  1. Pejuang Tani
  2. Inspirasi
  3. Small Cycle
  4. Chemist 46
  5. Muslim Sejati

 

28 Nov 2010

Resensi Buku

Author: ASEP SARIFUDIN | Filed under: Tulisan
JUDUL BUKU : SUKSES BERAGROBISNIS JAMUR KAYU Shiitake-Kuping-Tiram 
 
PENGARANG : H. Unus Suriawiria 
PENERBIT : PT Penebar Swadaya, Jakarta 
JUMLAH HALAMAN : Viii + 104 halaman 
BULAN-TAHUN TERBIT : Juli-2006 
DAFTAR ISI
  1. JAMUR DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
  2. BISNIS JAMUR DUNIA DAN PROSPEK PENGEMBANGAN DI INDONESIA
    1. Perkembangan Pembudidayaan Jamur di Dunia
    2. Perkembangan Pembudidayaan Jamur di Indonesia
  3. JAMUR KAYU KOMERSIAL: MANFAAT DAN KANDUNGAN NUTRISINYA
    1. Jamur Konsumsi
    2. Jamur Berkhasiat Obat
    3. Kandungan Nutrisi Beberapa Jamur Kayu
  4. KUNCI PRAKTIS MEMULAI USAHA
    1. Pilih Lahan yang Memenuhi Persyaratan
    2. Pilih Bibit Unggul yang Teruji Baik
    3. Pertimbangkan Ketersediaan Bahan Baku
    4. Siapkan Sumber Daya Manusia yag Memenuhi Syarat
    5. Tentukan Skala Usaha
    6. Perhitungkan Kebutuhan Lahan dan Bangunan
    7. Perincikan Kebutuhan Peralatan
    8. Rencanakan Pembagian Organisasi Pelaksana
  5. PEMBUATAN SUBSTRAT TANAMAN
    1. Penyediaan Bahan Baku
    2. Pencampuran Bahan Baku
    3. Pengisian Bahan Baku
    4. Sterelisasi Substrat Tanam
    5. Pengontrolan Lingkungan
  6. PEMBUATAN BIBIT
    1. Mutu Bibit Jamur
    2. Kebutuhan Sarana
    3. Proses Pembuatan
  7. BUDI DAYA JAMU KAYU: SHIITAKE, KUPING, TIRAM
    1. Faktor Penunjang Pertumbuhan
    2. Budi Daya Jamur Shiitake
    3. Budi Dya Jamur Kuping
    4. Budi Dya Jamur Tiram
    5. Pengendalian Hama dan Penyakit 
  8. PENANGANAN PASCA PANEN DAN PEMANFAATAN LIMBAH SUBSTRAT TANAM
    1. Penanganan Pascapanen
    2. Pemanfaatan Limbah Substrat Tanam
  9. PERHITUNGAN KEUNTUNGAN USAHA JAMR KAYU
    1. Jamur Shiitake
    2. Jamur Kuping
    3. Jamur Tiram

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

RESENSI BUKU
Buku ini memang disusun dengan format yang cukup sederhana dan pembahasannya pun hanya pada jenis-jenis jamur konsumsi dan jamur berkhasiat obat. H.Unus Suriawiria menulis buku ini dengan gaya penulisan eksposisif dengan menyajikan berbagai data dan informasi aktual yang terkait dengan budi daya jamur di Indonesia, mulai dari bentuk dan lingkungan pertumbuhan, bahan baku, pemeliharaan, serta nilai bisnisnya. Materi yang disajikan juga ditunjang oleh pengalaman penyusun buku di dalam studi kelayakan, perencanaan, bimbingan, dan pembinaan masalah yang terkait dengan budi daya jamur di lingkungan masyarakat tani dengan skala kecil (sederhana), menengah, sampai besar.Menurut penulis buku ini dan pendapat para ahli lainnya prospek pengusahaan jamur kayu cukup cerah karena kondisi alam maupun lingkungan Indonesia cocok untuk budi daya jamur. Selain itu, bahan baku pembuatan substrat tanam cukup berlimpah dan bibit jamur yang unggul juga sudah tersedia sehingga untuk memulai usaha tidak perlu membeli bibit dari luar negeri. Jamur merang misalnya, di Indonesia merupakan jenis yang sudah lama dibudidayakan, terutama di daerah dataran rendah yang memiliki temperatur antara 26-320C. Persyaratan budi daya yang sangat sederhana menyebabkan jamur ini banyak dibudidayakan hampir di semua tempat di dataran rendah sebagai usaha sampingan maupun secara khusus. Sejalan dengan permintaan pasar yang terus meningkat maka beberapa jenis jamur, selain jamur merang, kemudian banyak dibudidayakan di Indonesia. Jenis jamur itu antara lain jamur tiram (shimeji), jamur coklat-hitam (shiitake), jamur kuping (hiratake), dan jamur kompos (champignon). Pangsa pasar untuk ekspor maupun lokal juga terbuka lebar asalkan kualitas dan kuantitas produksi jamur sesuai dengan persyaratan. Hal-hal tersebut dapat memberikan motivasi bagi peminat jamur kayu yang masih ragu-ragu. Buku ini mungkin dapat menjadi petujuk praktis bagi peminat agrobisnis jamur kayu, terutama jamur shiitake, kuping, dan tiram yang dibahas secara mendalam dalam buku ini.

Pada bab terakhir buku ini dibahas secara mendalam perkiraan modal awal pendirian usaha dan keuntungan yang akan didapatkan untuk setiap jenis jamur yang akan dibudidayakan. Pembaca akan memperoleh gambaran secara mendetail jika ingin memulai usaha budi daya jamur. Menurut pendapat saya buku ini memang layak untuk dibaca dan dapat menjadi acuan praktis untuk Anda yang ingin memulai usaha budi daya jamur tetapi tetap harus didukung berbagai macam pengetahuan dari sumber yang lain agar usaha yang akan Anda jalankan dapat berjalan dengan baik.

 REFERENSI
Suriawiria, Unus. 2006. Sukses Beragrobisnis Jamur Kayu: Shiitake-Kuping-Tiram. Jakarta: Penebar Swadaya.
DISUSUN OLEH :Nama                            : Asep Sarifudin

PTN/Fak/Dept/Angk : IPB/FMIPA/Kimia/2009

Regional                       : 5 Bogor

PEMBENAHAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA HAYATI INDONESIA SEBAGAI WARISAN EKOLOGI DUNIA

Asep Sarifudin

Mahasiswa Departemen Kimia IPB

            Pembangunan yang dilakukan oleh semua bangsa bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya yang merujuk pada pemenuhan kebutuhan dasar terutama kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Untuk memenuhinya, setiap bangsa dan negara melakukan pembangunan seiring dengan perkembangan IPTEKS yang semakin canggih termasuk pembangunan yang dilakukan di Indonesia. Namun, usaha pembangunan tersebut tidak selalu menimbulkan dampak yang potif tetapi juga menimbulkan dampak yang negatif.

Tindakan manusia dalam membangun perekonomian yang berorientasi pada pengelolaan sumber daya alam dengan dukugan industri telah meningkatkan eksploitasi terhadap sumber daya alam dan kebutuhan energi yang mengganggu kestabilan ekosistem, misalnya pencemaran air sungai akibat limbah buangan industri dan aplikasi pestisida, kerusakan ekosistem pantai akibat penebangan vegetasi mangrove, pencemaran udara oleh CO2 hasil pembakaran bahan fosil, kerusakan tanah akibat erosi dan pemupukan yang berlebihan, dan pencemaran oleh limbah rumah tangga. Sering juga kita saksikan akibat dari kecerobohan manusia dalam mengelola sumber daya alam khususnya minyak bumi dan gas alam telah menyebabkan terjadinya berbagai macam bencana dan pencemaran lingkungan hidup, seperti pada kasus Lapindo Brantas[1].

Eksplorasi hutan yang tidak terkendali telah mengakibatkan rusaknya ekosistem dan mengakibatkan punahnya beberapa jenis flora dan fauna. Kerusakan ini juga akan berdampak pada tergangunya fungsi hutan itu sendiri, yaitu dapat mengakibatkan semakin seringnya terjadi kekeringan di musim kemarau dan banjir serta tanah longsor di musim penghujan. Pada akhirnya, hal ini akan bardampak serius terhadap kondisi lingkungan hidup dan kehidupan perekonomian masyarakat. Di Indonesia sendiri, kerusakan hutan terutama disebabkan oleh beberapa hal, yaitu perladangan berpindah, perambahan hutan, Hak Pengusahaan Hutan (HPH), kebakaran hutan, dan bencana alam. Ladang berpindah pada umumnya dilakukan oleh masyarakat tradisional yang bermukim secara berpindah-pindah dan berada di sekitar hutan. Namun, peladang berpindah ini kecil pengaruhnya terhadap kerusakan hutan karena peladang berpindah tradisional biasanya melakukan siklus ladangnya setelah beberapa tahun sehingga keadaan hutan sudah kembali seperti semula. Permasalahan sebenarnya terletak pada perambahan dan eksploitasi hutan oleh para pemegang HPH dan kasus illegal logging[2]. Sebagai contoh, beberapa pengusaha perkebunan yang tidak bertanggung jawab membuka lahan hutan di Indonesia dalam skala besar dengan cara membakar hutan yang menyebabkan rusaknya ekosistem hutan tersebut. Selain rusaknya ekosistem hutan itu sendiri, hal ini juga akan menggangu kestabilan lingkungan hidup yang ada di dalamnya, seperti punahnya berbagai macam flora dan fauna, terganggunya siklus penyerapan air, asap hasil pembakaran hutan yang mengganggu aktivitas dan kesehatan warga sekitar, dan terganggunya fungsi hutan sebagai paru-paru dunia. Selain itu juga, para pengusaha kayu yang tidak bertanggung jawab juga melakukan penebangan hutan yang tidak terkendali dan melakukan land clearing[3]. Penebangan hutan yang tidak terkendali selama puluhan tahun telah menyebabkan terjadinya penyusutan hutan tropis di Indonesia secara besar-besaran. Dengan semakin berkurangnya hutan yang ada di Indonesia telah menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana, baik kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Berikut ini akan disajikan sebuah grafik yang menunjukkan tingkat degradasi habitat dan kerusakan hutan di Indonesia.

 

KERUSAKAN HUTAN DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

DI INDONESIA

 

Gambar 1. Degradasi Habitat per Wilayah Indonesia (Juta Ha)

Sumber: 1.Petoz dan Respedo, 1989

              2. Mac Kinnon, 1986

            Dapat kita lihat bersama tingkat kerusakan hutan di Indonesia sungguh mengkhawatirkan. Seiring dengan berjalannya waktu, laju kerusakan habitat hayati hutan di Indonesia terus meningkat. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk mengatasi hal tersebut. Eksploitasi terhadap sumber daya alam haruslah bijaksana. Berdasarkan UU No. 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa: Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain (Pasal 1, ayat 1)[4] .

            Dari berbagai uraian di atas pengelolaan lingkungan hidup memang merupakan sebuah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi dari lingkungan hidup itu sendiri yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup agar keseimbangan ekosistem dan sumber daya alam di Indonesia tetap terjaga. Fungsi di atas merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh pemerintah dan setiap warga negara Indonesia. Pemerintah harus membuat sebuah kebijakan yang berpihak pada pelestarian ekologi di Indonesia yang dalam pelaksanaannya harus terus diawasi. Untuk pengawasannya, pemerintah dapat bekerja sama dengan lembaga Independen pecinta lingkungan ataupun LSM-LSM yang bergerak dalam pelestarian lingkungan. Pemerintah juga harus memperketat perizinan untuk pengelolaan hutan dan melakukan pengawasan secara langsung terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah memiliki HPH. Jika perusahaan pemegang HPH tersebut terbukti melakukan pelanggaran, mereka sudah selayaknya diberikan sanksi yang tegas.

Terlepas dari semua peran pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya hayati, kita sebagai generasi muda penerus bangsa juga mempunyai kewajiban untuk menjaganya. Banyak hal yang dapat kita lakukan, bahkan dari hal yang kecil sekalipun untuk menyelamatkan hutan Indonesia. Misalnya, kita sebagai pelajar harus hemat dalam penggunaan kertas untuk menulis. Kertas dibuat dari pohon-pohon yang telah ditebang oleh para pengusaha kertas. Hal itu berarti semakin banyak kita menggunakan kertas, semakin banyak pula pohon yang akan ditebang. Cara lain yang dapat kita lakukan adalah dengan cara melakukan gerakan penanaman pohon. Cara yang satu ini mungkin sudah dilakukan hanya saja dalam aplikasinya masih belum maksimal. Kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan ini seharusnya ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, misalnya pada anak-anak TK dan SD melalui proses pembelajaran yang menarik. Penanaman kesadaran cinta lingkungan kepada anak-anak perlu dilakukan agar kelak menjadi sebuah kebiasaan saat mereka besar nanti. Hal yang dapat kita lihat saat ini adalah kecendrungan masyarakat Indonesia membuang sampah secara sembarangan yang dapat menimbulkan berbagai macam bencana alam dan masalah sosial. Jika mereka sudah dibiasakan untuk membuang sampah secara benar sejak masih kecil pasti masalah penumpukan sampah di aliran sungai yang menyebabkan banjir tidak akan terjadi. Sebuah gambar rancangan sederhana tempat sampah yang dapat dibuat untuk proses pembelajaran kepada anak-anak sebagai berikut :

 

 Gambar 2. Contoh Model Tempat Sampah yang Menarik untuk Anak-Anak

            Kita semua mempunyai kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia, baik dari hal yang kecil sekalipun. Kita mungkin tidak bisa mengubah masa lalu tetapi percayalah kita pasti bisa mengubah masa sekarang dan masa yang akan datang menjadi Indonesia yang lebih baik untuk anak cucu kita kelak.

 

 


[1] Kasus kebocoran pipa penyalur gas pada eksplorasi gas alam oleh PT Lapindo Brantas yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur yang mengakibatkan terjadinya bencana lumpur yang menggenangi beberapa desa.

[2] Kasus penebangan hutan secara liar dengan tanpa seizin dari negara yang dilakukan oleh masyarakat sekitar atau didalangi oleh para pengusaha besar yang tidak bertanggung jawab.

[3] Tebang habis, proses penebangan hutan tanpa melihat usia dari pohon yang di tebang dan melakukannya secara serampangan.

[4] Dikutip dari buku Membangun Kesadaran Bela Negara Karya Parlaungan Adil Rangkuti, 2007 terbitan IPB Press.

 

 

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme